Lodaer Img

PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro Selesaikan Perbaikan Pipa Induk Jalur WTP Keumala – Sakti; Tahap Normalisasi Distribusi Dimulai

Informasi gangguan PDAM sigli

SIARAN PERS

PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro Selesaikan Perbaikan Pipa Induk Jalur WTP Keumala – Sakti; Tahap Normalisasi Distribusi Dimulai

SIGLI, KABUPATEN PIDIE – Manajemen PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro secara resmi mengumumkan bahwa pekerjaan perbaikan kebocoran pipa induk pada jalur utama Water Treatment Plant (WTP) Keumala – Sakti telah selesai dilaksanakan sepenuhnya tadi malam Rabu, 1 April 2026. Dengan selesainya perbaikan fisik tersebut, saat ini tim teknis di lapangan sedang memfokuskan upaya pada tahap normalisasi distribusi aliran air ke rumah-rumah pelanggan.

Kebocoran pada pipa induk sebelumnya sempat mengakibatkan gangguan distribusi air bersih di beberapa wilayah pelayanan jalur Keumala hingga Sakti. Namun, berkat kerja keras tim teknis selama 24 jam terakhir, titik kerusakan telah berhasil ditangani dan sistem pemompaan utama telah dioperasikan kembali.

Pernyataan Direktur PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro:

“Alhamdulillah, tim teknis kami di lapangan telah berhasil menyelesaikan perbaikan fisik pada pipa induk jalur WTP Keumala – Sakti. Kami memahami betapa krusialnya kebutuhan air bersih bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, oleh karena itu percepatan perbaikan menjadi prioritas utama kami sejak gangguan terdeteksi.”

“Saat ini, kami memasuki tahap krusial yaitu normalisasi aliran. Kami memohon kesabaran masyarakat karena air tidak bisa langsung mengalir deras secara serentak. Ada proses pengisian pipa, pembuangan udara yang terjebak (air pocket), serta penyesuaian tekanan berdasarkan elevasi wilayah. Kami perkirakan dalam waktu ±24 jam ke depan (bisa lebih cepat dan bisa lebih lama) tergantung situasi di lapangan, distribusi akan kembali stabil sepenuhnya secara bertahap.”

— Direktur PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro

Manajemen menjelaskan bahwa kecepatan air sampai ke rumah pelanggan sangat bergantung pada empat faktor utama:

  1. Jarak Geografis: Rumah yang lebih dekat dengan pusat distribusi akan menerima aliran lebih awal.
  2. Elevasi Wilayah: Wilayah dengan dataran tinggi memerlukan tekanan yang lebih stabil untuk dapat teraliri secara optimal.
  3. Pelepasan Udara: Tim di lapangan terus melakukan pembuangan udara dalam pipa agar aliran air tidak terhambat.
  4. Volume Pemakaian: Tingkat konsumsi air yang tinggi secara bersamaan saat awal pengaliran dapat memengaruhi tekanan di titik ujung pipa.

Himbauan kepada Pelanggan: Selama masa normalisasi ini, pelanggan dihimbau untuk tetap menggunakan air secara bijak dan hemat hingga tekanan air di dalam jaringan pipa benar-benar stabil 100%. Apabila dalam waktu lebih dari 24 jam aliran air di wilayah Bapak/Ibu masih belum menunjukkan perkembangan, silakan menghubungi pusat layanan pelanggan kami.

PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama masa perbaikan ini dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta dukungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top Img