Sigli, 10 Mei 2026 — PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan SDM Karyawan dalam Penerapan Aplikasi Penggunaan Bahan Kimia pada tanggal 9–10 Mei 2026 di Sigli sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas SDM, penguatan tata kelola perusahaan, serta mendukung transformasi digital di lingkungan kerja.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ilham Ramadhan, S.Tr.Kom dari Multi Datanesia Group yang memberikan pelatihan terkait penerapan Sistem Informasi Manajemen Tawas berbasis digital.

Aplikasi tersebut dirancang untuk mendokumentasikan seluruh proses penggunaan tawas secara tertib dan transparan, mulai dari penerimaan barang dari supplier, pengelolaan stok gudang utama, distribusi ke masing-masing WTP, hingga penggunaan tawas oleh operator di lapangan.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada pembelajaran di dalam kelas, sedangkan hari kedua seluruh peserta langsung mengikuti praktik lapangan di masing-masing WTP. Praktik dimulai dari simulasi penerimaan tawas oleh PIC Gudang Utama, Bapak Jasmaiwan, dilanjutkan proses verifikasi stok, pelaporan tawas masuk, hingga distribusi tawas ke gudang kecil di masing-masing WTP dengan menggunakan sistem aplikasi yang telah dirancang sesuai kebutuhan di lapangan.

Sedangkan proses permintaan distribusi tawas ke gudang kecil dipraktikkan langsung oleh Bapak Julpan Ramadhan melalui aplikasi, kemudian diverifikasi oleh PIC gudang utama sebelum dilakukan pengiriman. Selanjutnya operator di masing-masing WTP juga mempraktikkan pelaporan penggunaan tawas lengkap dengan eviden dan proses persetujuan secara digital.
Melalui sistem ini, seluruh aktivitas penggunaan tawas dapat dipantau dengan jelas, mulai dari penerimaan barang, distribusi, penggunaan, hingga pihak yang melakukan verifikasi dan persetujuan. Sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan internal perusahaan serta memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan bahan kimia operasional di lapangan.

Dalam penyampaian materinya, Ilham Ramadhan menjelaskan bahwa pengelolaan bahan kimia, khususnya tawas, harus dilakukan secara terukur, terdokumentasi, dan berbasis perencanaan kebutuhan operasional.
Ia mengibaratkan pengelolaan tawas seperti manajemen logistik kebutuhan pokok dalam rumah tangga. Menurutnya, tanpa sistem pencatatan dan pengendalian persediaan yang baik, ketersediaan bahan dapat mengalami ketidakseimbangan antara kebutuhan dan stok yang tersedia.

“Pengelolaan tawas tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahan kimia, tetapi juga menyangkut aspek perencanaan, pengawasan, dan kontinuitas pelayanan. Ketika data persediaan tidak terdokumentasi secara akurat, maka berpotensi menimbulkan gangguan terhadap proses produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sri Wahyuzha, S.Pd menyampaikan bahwa penerapan sistem digital ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya kerja yang lebih profesional, modern, dan transparan, sehingga setiap tindakan dapat dipertanggung jawabkan.

“Kami berharap seluruh karyawan dapat memahami pentingnya dokumentasi pelaporan dan pengawasan penggunaan bahan kimia agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal. Transformasi digital ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pengembangan sistem digital dan peningkatan kapasitas SDM merupakan bentuk keseriusan manajemen dalam membawa perusahaan menuju tata kelola yang lebih baik, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, PERUMDA Air Minum Tirta Mon Krueng Baro terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi dan penguatan sistem kerja guna meningkatkan citra perusahaan sebagai BUMD yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan pelayanan air minum di masa depan.
